Ubinan adalah luasan pada pertanaman, yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas), yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang) dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan) dikali 10.000 m2 dan dibagi dengan luas ubinan (m2 ). Ubinan yang benar adalah apabila diperluas ke kanan-kiri atau ke depan-belakang (pada pertanaman dengan jarak tanam beraturan), maka jumlah rumpun tanaman (populasi) merupakan kelipatan dari jumlah rumpun dalam ubinan semula. Oleh sebab itu, persyaratan ubinan menurut Gomez dan Gomez (1983) adalah:
1) Mudah diidentifikasi, jelas batasnya, terutama pada hamparan pertanaman padi dengan jarak tanam yang sama;
2) Mudah diukur atau dikonversi ke hektar, misalnya luas ubinan sudah diketahui (6,25 m2 , sesuai cara lama);
3) Ketepatan dugaan tinggi dengan biaya murah, misalnya hasil padi pada suatu hamparan diduga dari ubinan secara tepat dan tidak memerlukan banyak biaya;
4) Panjang dan lebar atau bentuk ubinan disesuaikan dengan jarak tanam yang beraturan di lapangan, diukur dari titik tengah antar- 4 rumpun ke titik tengah antar- 4 rumpun di ujung lainnya;
5) Upayakan berbentuk bujur sangkar atau empat per segi panjang yang mendekati bujur sangkar;
6) Ubinan diletakkan pada bagian dari pertanaman yang mewakili kondisi pertanaman seluruhnya;
7) Apabila ada bagian-bagian dari pertanaman yang menunjukkan perbedaan pertumbuhan/kesuburan, maka pada setiap bagian pertanaman diletakkan satu ubinan, dan produktivitas pertanaman merupakan rata-rata dari produktivitas bagian pertanaman, dikali dengan proporsi luas keseluruhan.
Kegiatan KBP Banyubiru dilakukan pada hari Senin, 28 Juni 2021 untuk menduga produktivitas Padi Varietas Inpari 32. Kegiatan dilaksanakan oleh staf Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Semarang beserta staf KBP Banyubiru.
Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Oleh sebab itu dilakukan langkah-langkah sesuai SOP dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi sebagai berikut:
1. Milih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan.
2. Mentukan luasan ubinan sesuai dengan sistem tanam yang digunakan.
3. Menandai luasan yang akan diubin menggunakan ajir.
4. Melaksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran.
5. Mengulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 2 atau lebih ulangan.
6. Menimbang gabah dan ukur kadar air saat panen. Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG).
Teknik Ubinan Pendugaan Produktivitas Padi Menurut Sistem Tanam
Referensi : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian 2017